Jumat, 06 Mei 2011

Internalisasi Nilai-Nilai Islam dalam Segala Aspek Kehidupan

Agama Islam sebagai agama penyempurna agama-agama terdahulu, sebagai petunjuk yang benar bagi seluruh umat manusia adalah agama yang tidak perlu diragukan lagi kebenarannya. Islam mengatur segala sisi kehidupan mulai dari hal-hal terkecil sampai yang paling besar. Mulai dari mengatur diri sendiri sampai mengatur sebuah daulah (negara). Yang lebih penting lagi bahwa agama Islam diturunkan untuk rahmat bagi seluruh alam, bukan hanya untuk umat Islam itu sendiri.

Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam tentunya juga harus bisa mengayomi semua orang yang berada atau berdampingan dengan umat muslim itu sendiri. Hal itu sebenarnya sudah pernah terjadi pada saat masa kegemilangan Islam di berbagai bagian dunia seperti Baghdad, Spanyol, dan lain sebagainya. Disana terlihat betapa kemajuan Islam di berbagai sisi kehidupan baik pendidikan, teknologi, politik, dan lain sebagainya.

Masyarakat yang hidup saat itu pun tidak hanya dari kalangan kaum muslim. Disana juga hidup berbagai macam agama diantaranya adalah Yahudi dan Nasrani, tapi mereka bisa hidup berdampingan dengan tentram dan damai. Inilah bukti yang pernah terjadi bahwa Islam merupakan rahmat bagi seluruh alam. Nah, apakah hal itu tidak mungkin terjadi kembali? Bagaimana dengan bangsa Indonesia yang merupakan negeri dengan penduduk Islam terbesar di dunia?

Indonesia merupakan negara yang sangat beragam baik suku, budaya, ras, dan agama. Negara yang merupakan mayoritas penduduknya muslim ini menyimpan potensi yang sangat besar baik dari sumber daya manusia maupun sumber daya alamnya. Hal ini sebenarnya merupakan peluang yang sangat besar jika kita semua mampu memanfaatkannya dengan baik. 

Dengan mayoritas penduduknya yang beragama Islam, Indonesia sebenarnya sudah cukup terwarnai oleh nilai-nilai Islam itu sendiri. Hal itu bisa dilihat dari proses Indonesia menuju kemerdekaan. Pejuang-pejuang yang sebagian besar muslim itu termasuk santri dan para kiai, berjuang keras untuk mengusir penjajah dari negeri ini. Banyaknya organisasi-organisasi Islam yang berdiri pada waktu itu juga banyak memberikan sumbangan perjuangan kepada bangsa Indonesia.

Tidak hanya ketika berjuang merebut kemerdekaan, ketika Indonesia sudah merdeka pun umat Islam merupakan kelompok sentral untuk mengisi kemerdekaan RI. Perjuangan untuk meletakkan nilai-nilai Islam pun dilakukan. Hal ini wajar karena kemerdekaan yang diraih juga merupakan sumbangsih dari umat Islam pada waktu itu. Konstitusi yang disusun pada awal kemerdekaan pun hampir sempurna dengan adanya Piagam Jakarta yang merupakan implementasi dari perwujudan nilai-nilai Islam. Meskipun dengan berjalannya waktu, dengan pertimbangan berbagai macam faktor, akhirnya piagam jakarta tersebut diganti sebagai Pnacasila yang berlaku sampai saat ini.

Lalu bagaimana dengan kondisi Islam dan Indonesia saat ini? Kita lihat kondisi bangsa ini yang terkena berbagai macam masalah yang sangat kompleks. Mulai dari kasus korupsi, penggelapan pajak, pornografi, pergaulan bebas, kemiskinan dan lain sebagainya. Masalah-masalah yang datang pun begitu bertubi-tubi. Lalu bagaimana peran umat Islam di Indonesia saat ini?

Islam diturunkan sebagai agama yang benar. Umat kita adalah umat yang terbaik yang seharusnya dimana ada umat Islam maka disanalah peradaban utama berkembang. Ada beberapa sebab tentang krisis multidimensi yang dialami Indonesia, namun diantara sebagian banyak masalah tersebut saya berpandangan bahwa hal itu berawal dari terjadinya degradasi nilai-moral dan spiritual.

Begitu banyak orang pintar di negeri ini, begitu banyak orang cerdas di negeri ini. Bahkan orang-orang yang duduk di pemerintahan pun merupakan orang-orang yang ahli di bidangnya masing-masing. Tetapi justru ornag-ornag yang tersandung masalah-masalah seperti korupsi dan lain-lain merupakan orang-orang yang pandai secara intelektual.

Maka disinilah peran umat Islam untuk membumikan nilai-nilai moral dan spiritualnya yang bersumber dari wahyu Ilahi. Nilai-nilai itu harus bisa meresap dalam pribadi tiap-tiap orang. Sehingga apapun yang dilakukan selalu berpijak dari nilai-nilai yang ada tersebut. Bila nilai-nilai itu sudah terinternalisasi maka yang diperlukan selanjutnya adalah mengembangkan ranah intelektual pada setiap individu.

Iman dan ilmu tentunya tidak bisa terlepas dari diri seorang muslim. Kita tentu harus mempunyai ilmu yang mumpuni untuk membangun bangsa ini ke depannya. Sebagaimana dalam kitab suci bahwa orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan akan ditinggikan beberapa derajat.

Satu hal lagi yang diperlukan bangsa ini adalah suatu kepemimpinan yang mampu membawa bangsa ini sebagai simbol peradaban. Kepemimpinan islam harus bisa menjawab tantangan dan kebutuhan negeri ini. Kepemimpinan negeri ini harus bisa mengelola secara proporsional kemajemukan yang ada. Bangsa ini memerlukan kepemimpinan yang kuat untuk menjadi jembatan komunikasi umat dan perekat kemajemukan, sehingga dapat menggerakkan dan menyalurkan setiap potensi umat dalam menentukan arah pembangunan bangsa.

Untuk mencapai visi kepemimpinan tersebut, maka hanya kepemimpinan Islamilah yang dapat mengembannya. Karakter tersebut diantaranya adalah seorang pemimpin harus bisa mengedepankan musyawarah. Seorang pemimpin juga harus memberikan kemanfaatan dan kemaslahatan yang maksimal kepada umat. Serta kepemimpinan Islam harus mampu menjadi uswatun hasanah. Dengan aspek-aspek tersebut diharapkan Indonesia dapat menjadi negeri yang baldatun, thayyibun wa rabbun ghafur dan sebagai pioner peradaban utama.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites